"..Hormatku padamu. begitupun aku tak ingin terkubur bersama pengalaman dan pengetahuanku, cukuplah bagiku kubagikan setiap cerita sebagai duplikat diri ini walau suatu saat nanti jazad telah tiada namun akan selalu hidup diantara tulisan - tulisanku ini.."
Alhamdulillah segalaNya.. pujian hanyalah untukNya, engkaulah yang Maha hidup, Maha kuasa, Maha pengampun, Maha memberi dan Engkaulah segala-galanya dalam hidup ini yang menguasai seluruh alam semesta, engkaulah yang awal dan yang akhir, hanya kepadamu aku bersujud dan meminta pertolongan.
Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada kekasihmu, sang uswatun khasanah bagi umat seluruh umat dibumi ini, berilah beliau tempat yang terpuji disisimu sesuai yang engkau janjikan, Sesungguhnya engkau adalah zat takkan pernah mengingkari janjimu ya Rabb, kepada para keluarganya, sahabat-sahabatnya, para pengikutnya yang senantiasa istiqamah dijalanmu hingga akhir dari segala kehidupan yang penuh dengan ujian, maka berilah kami kesabaran dan pertolonganmu amin.
Nikmat ini sungguh begitu besar sampai sampai hamba tak kan pernah sanggup menghitungnya dan takkan pernah ada satu hambamu pun yang akan sanggup menghitungya. Alhamdulillah kini usiaku sudah 20 tahun dan semoga jiwa ini pun telah selaras dengan jazadnya, malulah ketika jazad sudah berumur 20 tahun namun jiwa masih berumur 6 tahun.
Teringat masa kecilku yang selalu terpatri dibenakku hanya diusia 7 tahun semasa kecilku yang mampu aku ingat tak mampu lagi dibawahnya mungkin karena pengalaman baru yang telah menimbunnya, ataukah mungkin karena otak tak mampu menjangkau masa silam itu, yang aku tau sungguh indah dunia kecil, orang tua selalu memperhatikan, kakek, nenek, kakak, dan orang sekeliling kita.
Aku sangat ingat betul waktu itu aku kelas 2 di SDN Matoto, Masamba aku sering berpetualang mandi disungai, mencari ikan, bermain bola, dan yang membekas dibenakku menjadi ketua kelas. semasa itu hidungku masih ingusan, rambutku acak-acakan, baju kotor sering diejek oleh teman-temanku sendiri, dan benar itulah yang menandakan aku adalah anak SD, tapi sedikit memalukan.
Naik kelas 3 aku harus pindah sekolah ke SDN 087 KATOKKOAN, Masamba yang terbilang sekolah baru dikarenakan terjadi peperangan antar desa, memungkinkan orang tuaku untuk mencari tempat yang aman untuk aku, kakak, dan adik-adiku dibesarkan, entah kemana arah hidupku saat itu, aku bahkan sempat mengutarakan bahwa aku ingin menjadi tukang berkelahi ayam saja, karena saking senangnya dengan ayam, setiap kali aku berkunjung ke rumah nenek pasti ada ayam baru yang aku bawa untuk diadu lagi dengan ayam, kini neneku itu telah tiada, telah kembali kesisiNya.
Naik kelas 3 aku harus pindah sekolah ke SDN 087 KATOKKOAN, Masamba yang terbilang sekolah baru dikarenakan terjadi peperangan antar desa, memungkinkan orang tuaku untuk mencari tempat yang aman untuk aku, kakak, dan adik-adiku dibesarkan, entah kemana arah hidupku saat itu, aku bahkan sempat mengutarakan bahwa aku ingin menjadi tukang berkelahi ayam saja, karena saking senangnya dengan ayam, setiap kali aku berkunjung ke rumah nenek pasti ada ayam baru yang aku bawa untuk diadu lagi dengan ayam, kini neneku itu telah tiada, telah kembali kesisiNya.
Inilah kehidupan kitapun kelak akan menyusulnya cepat atau lambat semoga dia mendapat tempat yang terbaik disisiNya, beliau selalu menciumku ketika aku berkunjung kerumahnya, setiap pagi beliau selalu membuatkanku nasi goreng dan teh manis yang selalu kurindukan masa itu, aku pun sering dipanggil pak desa olehnya karena tubuhku yang gemuk dan perutku yang besar. semoga Allah mengampuni segala amal keburukannya dan ditempatkan ditempat yang terpuji bersama kekasih-kekasihmu ya Allah, amin.
Masih teringat dibenakku ditempatkan dikelas 3 B disekolah itu, bertemu teman baru belum sempat aku mengenal mereka, aku dipindahkan lagi ke kelas 3 A karena aku bisa mengali dan berhitung karena diseleksi oleh guru, dikelas itu aku mulai mengenal teman baru, belajar bersama, bermain hingga aku naik kelas 4, 5, 6 A dan aku termasuk siswa yang sedikit nakal, dan aku tidak suka diejek, masih teringat betul aku sempat ingin memukul salah seorang temanku setelah keluar main aku tunggu dia ditangga, belum saya pukul dia duluan menangis begitulah... terkadang ketakukatan mengalahkan kebenaranian kita.
Masih teringat jelas saat masuk kelas kami berbaris periksa gigi, kuku jari tangan, sempat aku dipukuli lidi oleh wali kelasku, karena malas masuk kelas beberapa hari tanpa kabar, dan saat masuk aku dipanggil berdiri didepan teman kelasku sambil memegang telinga sungguh memalukan, dan juga masih teringat jelas saat hujan datang aku memakai daun pisang menuju sekolah, dan sering bermain perahu-perahu bersama teman dibelakang sekolah hingga semua seragam basah dan hukuman menanti dari guru sapu lidi dan dijemur depan kelas layaknya jemuran.
Masih teringat jelas saat itu aku juga senang ikut pramuka, bermain bola, tenis meja, dan mengharumkan nama sekolah hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu. Hingga beberapa waktu yang lalu aku melintas didepan awal tempatku menuntut ilmu, Alhamdulillah semuanya telah berubah semakin indah dan semakin baik pula dan telah menjadi sekolah terbaik dikabupatenku saat ini.
Entah kemana teman-teman, guruku, dan kenangan itu masih sangat terpatri dibenaku kalau diingat-ingat hati ini tertawa, sedih, lucu masa kecilku, aku berharap kalian semua baik-baik dan kelak kita akan bertemu dengan kesuksesan masing-masing. kalian pun sekarang punya cerita sendiri bukan... dan wahai guruku... dan wahai guru - guru indonesia teruslah didik anak bangsa berantas kebodohan karena engkau akan selalu hidup disetiap hati murid-muridmu. Hormatku padamu. begitupun aku tak ingin terkubur bersama pengalaman dan pengetahuanku, cukuplah bagiku kubagikan setiap cerita sebagai duplikat diri ini walau suatu saat nanti jazad telah tiada namun akan selalu hidup diantara tulisan - tulisanku ini.
Entah kemana teman-teman, guruku, dan kenangan itu masih sangat terpatri dibenaku kalau diingat-ingat hati ini tertawa, sedih, lucu masa kecilku, aku berharap kalian semua baik-baik dan kelak kita akan bertemu dengan kesuksesan masing-masing. kalian pun sekarang punya cerita sendiri bukan... dan wahai guruku... dan wahai guru - guru indonesia teruslah didik anak bangsa berantas kebodohan karena engkau akan selalu hidup disetiap hati murid-muridmu. Hormatku padamu. begitupun aku tak ingin terkubur bersama pengalaman dan pengetahuanku, cukuplah bagiku kubagikan setiap cerita sebagai duplikat diri ini walau suatu saat nanti jazad telah tiada namun akan selalu hidup diantara tulisan - tulisanku ini.
jadilah dirimu yang sebaik-baiknya, karena engkau terlahir dengan fitrah kebaikan.
kutulis setiap perjalanan hidup ini yang telah lewat
Makassar, Januari 2014
Sumber Ilustrasi: http://www.suararakyatindonesia.org/
Sumber Ilustrasi: http://www.suararakyatindonesia.org/


COMMENTS