"..Kami tahu ini adalah amanah dari pemerintah dan kelak kami harus mempertanggungjawabkannya. apa yang bisa kita ambil dari perjalanan itu adalah sebenarnya siswa dikota-kota besar dalam hal pengetahuan kita tidak kalah dengan mereka.."
Alhamdulillah tepat tahun 2006 aku menginjakkan kaki disekolah menengah pertama SMPN 04 MASAMBA, saat itu adalah rintisan sekolah unggulan pemda kabupaten Luwu Utara, namun sedih rasanya dikarenakan infrastruktur yang belum selesai, pembangunan gedung yang baru, tanah merah masih menjadi pemandangan bukit depan sekolah, itu sekolahku dijalan Taman Siswa, Kabupaten Luwu Utara, Kota Masamba.
Setiap pagi dan sore kami menumpang belajar di SD tetangga, kami gantian belajar jika siswa belajar pagi maka kami pasti belajar siang hingga sore, sebaliknya jika siswa belajar siang maka kami pasti belajar pagi, tapi itu tak membuat kami surut dalam belajar karena sekolah kami nantinya adalah sekolah unggulan didaerah. Satu catur wulan kami habiskan belajar ditetangga, hingga ditahun berikutnya kami sudah dapat pindah digedung baru, diruangan baru, dengan keterbatasan fasilitas yang ada, selalu kutanyakan dalam hati akankah benar ini akan menjadi sekolah terbaik, sekolah yang dirintis sebagai sekolah unggulan.
Hari terus berganti, menuju minggu, bulan hingga tahun, kami disuguhkan dengan LES bahasa inggris, hingga kepala sekolah mengumumkan bahwa akan dilakukan seleksi mencari 50 siswa peringkat 50 terbaik dari satu sekolah untuk mengikuti study tour keliling Pulau Jawa selama sepekan, tujuan ini dilakukan untuk mengambil manfaat, pengalaman, dari sekolah terbaik dipulau Jawa agar pemikiran mahasiswa didesa tidak kalah dengan yang ada dijawa dan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah kabupaten Luwu Utara, saat pengumuman aku tercatat sebagai salah satu diantara 50 siswa yang beruntung tersebut.
Sebelum keberangkatan kami diajarkan kebiasaan orang-orang Jawa, saat makan, saat berbicara, biar kita tidak malu-maluin. "kalau makan jangan buat piringnya berbunyi, mending tambah makanan daripada tidak habis, saat berbicara, usahakan aktif tanyakan segala hal yang engkau ingin ketahui, jangan menyelah orang ketika berbicara, biarlah berbicara hingga selesai, dan segudang pelajaran yang kami dapat siap untuk diterapkan".
Aku sudah lupa hari apa keberangkatan kami saat itu, tapi yang aku ingat saat itu pagi hari yang cerah kami berkumpul dipelataran gedung perpustakaan umum pemerintah Luwu Utara, dibelakang monumen perjuangan Lesangi, dan disamping rumah jabatan Bupati Luwu Utara, masing-masing kami ditemani keluarga berharap doa selamat sampai tujuan dan kembali pun demikian, kami berangkat dengan 2 rombongan bus Bintang Prima executive.
Baru sekiar 20 km perjalanan tiba-tiba perut ini mules, aku lupa minum obat antimabuk perjalanan, hingga akupun langsung menuju WC mobil untuk mengeluarkan semua yang ingin keluar dari perutku kutatap dalam-dalam wajah yang memerah ini, kulihat air mata telah menetes bukan karena kesedihan tapi karena proses alamiah akibat muntah yang aku alami. ku basuh wajah ini kemudian kembali ketempat duduku, kucicipi sedikit kue cokelat dan kutambahkan minuman frutamin alhasil lagi-lagi semua yang kumasukkan dalam perut ini kembali kumuntahkan bahkan bukan lagi dalam toilet tapi ditempat duduku dan akupun berlari dengan segera ke kamar toilet dengan cepat-cepat, kembali kudapati wajah ini memerah dan air mataku pun keluar.
Sungguh sebuah cobaan bagi diri ini setiap menaiki kendaraan aku tak mampu untuk adaptasi dan menikmati setiap perjalanan yang kulalui, mungkin waktu kecilku memang tak biasa bepergian jauh dan bahkan ayahku pun memiliki kelainan yang sama denganku, dari kecil hingga SMA inilah perjalanan terjauh yang aku alami.
Setelah itu akupun keluar kembali dan memutuskan untuk tertidur hingga sampai ke pare-pare untuk makan siang, dan dilanjutkan ke bandara sultan hasanuddin yang dulu letaknya masih dimaros, Namun sekarang sudah dipindahkan ke makassar. Kami turun dari bus dan langsung menuju masjid untuk shalat sebagai kewajiban seorang hamba dan diberi keselamatan sampai tujuan.
Sore itu tujuan kami adalah surabaya sebagai tempat menginap yang pertama, kami berangkat sekitar jam 20.00 dan tiba dengan selamat sekitar jam 21.00 p.m sungguh pengalaman pertama seorang anak desa merasakan naik pesawat, dan satu hal yang aku rasakan kebahagiaan karena diberi kesempatan, saat dipesawat aku tak makan karena takut muntah terulang kembali padahal orang disebelah kanan kiriku dengan lahap menyantap hidangan yang lezat tapi apa daya aku sengaja tertidur dan menyimpan makanan itu, saat mendarat tiba-tiba jidat saya terasa sangat sakit sekali penyebabnya tidak tahu apa tapi perlahan-lahan berangsur hilang.
Tiba dipenginapan kita langsung istirahat besoknya langsung berangkat lagi ke sekolah unggulan disurabaya siswanya ramah-ramah dan semuanya kelihatan pintar, dan dilanjutkan ke Jogjakarta ke Museum Kapal Selam, SMP terbaik yang ada disana, ke Planetarium, ke Malioboro, Keraton, dan tempat pembuatan batik secara tradisional dan menginap di Wisma Gajah selama 2 hari, setelah itu dilanjutkan ke Bandung dan ke Puncak, Tangkuban Perahu, Taman Safari, kemudian dilanjutkan lagi ke Jakarta pergi ke Istana Negara, Kebun Raya Bogor, Taman Mini Indonesia, mungkin banyak kegiatan yang sudah terlupakan tetapi semoga makna dari setiap kegiatan itu takkan pernah terlupakan, kemudian kami menginap diwisma serta kembali dari Jakarta ke Sulawesi perjalanan selama 2 jam. kemudian dilanjutkan lagi naik bus untuk kembali ke daerah, perjalanan yang kami lalui itu selama 7 hari sungguh melelahkan dan begitu banyak pelajaran yang bisa kami ambil walaupun lebih banyak berkunjungnya tetapi apapun yang kita lakukan kita bisa mengambil setiap pelajaran walau sekecil apapun itu
.
Kami tahu ini adalah amanah dari pemerintah dan kelak kami harus mempertanggungjawabkannya. apa yang bisa kita ambil dari perjalanan itu adalah sebenarnya siswa dikota-kota besar dalam hal pengetahuan kita tidak kalah dengan mereka, yang membedakan hanyalah kemauan untuk belajar, walaupun ditunjang dengan fasilitas tetapi kita tidak belajar maka hasilnya nihil selalu tingkatkan rasa ingin tahu, sering membaca dan terpenting adalah kesadaran dari diri belajar untuk kebutuhan karena sedikit sekali yang kita tahu bukan belajar karena ingin mendapat pujian.
Selalu semangat dan jangan pernah menyerah karena KITA SEMUA BISA.
Sebuah kisah yang selalu akan tersimpan rapi, kapan pun kita bisa berbagi.
makassar, januari 2014
>Sumber Ilustrasi:http://www.nusaindah-buspariwisata.com/
Baru sekiar 20 km perjalanan tiba-tiba perut ini mules, aku lupa minum obat antimabuk perjalanan, hingga akupun langsung menuju WC mobil untuk mengeluarkan semua yang ingin keluar dari perutku kutatap dalam-dalam wajah yang memerah ini, kulihat air mata telah menetes bukan karena kesedihan tapi karena proses alamiah akibat muntah yang aku alami. ku basuh wajah ini kemudian kembali ketempat duduku, kucicipi sedikit kue cokelat dan kutambahkan minuman frutamin alhasil lagi-lagi semua yang kumasukkan dalam perut ini kembali kumuntahkan bahkan bukan lagi dalam toilet tapi ditempat duduku dan akupun berlari dengan segera ke kamar toilet dengan cepat-cepat, kembali kudapati wajah ini memerah dan air mataku pun keluar.
Sungguh sebuah cobaan bagi diri ini setiap menaiki kendaraan aku tak mampu untuk adaptasi dan menikmati setiap perjalanan yang kulalui, mungkin waktu kecilku memang tak biasa bepergian jauh dan bahkan ayahku pun memiliki kelainan yang sama denganku, dari kecil hingga SMA inilah perjalanan terjauh yang aku alami.
Setelah itu akupun keluar kembali dan memutuskan untuk tertidur hingga sampai ke pare-pare untuk makan siang, dan dilanjutkan ke bandara sultan hasanuddin yang dulu letaknya masih dimaros, Namun sekarang sudah dipindahkan ke makassar. Kami turun dari bus dan langsung menuju masjid untuk shalat sebagai kewajiban seorang hamba dan diberi keselamatan sampai tujuan.
Sore itu tujuan kami adalah surabaya sebagai tempat menginap yang pertama, kami berangkat sekitar jam 20.00 dan tiba dengan selamat sekitar jam 21.00 p.m sungguh pengalaman pertama seorang anak desa merasakan naik pesawat, dan satu hal yang aku rasakan kebahagiaan karena diberi kesempatan, saat dipesawat aku tak makan karena takut muntah terulang kembali padahal orang disebelah kanan kiriku dengan lahap menyantap hidangan yang lezat tapi apa daya aku sengaja tertidur dan menyimpan makanan itu, saat mendarat tiba-tiba jidat saya terasa sangat sakit sekali penyebabnya tidak tahu apa tapi perlahan-lahan berangsur hilang.
Tiba dipenginapan kita langsung istirahat besoknya langsung berangkat lagi ke sekolah unggulan disurabaya siswanya ramah-ramah dan semuanya kelihatan pintar, dan dilanjutkan ke Jogjakarta ke Museum Kapal Selam, SMP terbaik yang ada disana, ke Planetarium, ke Malioboro, Keraton, dan tempat pembuatan batik secara tradisional dan menginap di Wisma Gajah selama 2 hari, setelah itu dilanjutkan ke Bandung dan ke Puncak, Tangkuban Perahu, Taman Safari, kemudian dilanjutkan lagi ke Jakarta pergi ke Istana Negara, Kebun Raya Bogor, Taman Mini Indonesia, mungkin banyak kegiatan yang sudah terlupakan tetapi semoga makna dari setiap kegiatan itu takkan pernah terlupakan, kemudian kami menginap diwisma serta kembali dari Jakarta ke Sulawesi perjalanan selama 2 jam. kemudian dilanjutkan lagi naik bus untuk kembali ke daerah, perjalanan yang kami lalui itu selama 7 hari sungguh melelahkan dan begitu banyak pelajaran yang bisa kami ambil walaupun lebih banyak berkunjungnya tetapi apapun yang kita lakukan kita bisa mengambil setiap pelajaran walau sekecil apapun itu
.
Kami tahu ini adalah amanah dari pemerintah dan kelak kami harus mempertanggungjawabkannya. apa yang bisa kita ambil dari perjalanan itu adalah sebenarnya siswa dikota-kota besar dalam hal pengetahuan kita tidak kalah dengan mereka, yang membedakan hanyalah kemauan untuk belajar, walaupun ditunjang dengan fasilitas tetapi kita tidak belajar maka hasilnya nihil selalu tingkatkan rasa ingin tahu, sering membaca dan terpenting adalah kesadaran dari diri belajar untuk kebutuhan karena sedikit sekali yang kita tahu bukan belajar karena ingin mendapat pujian.
Selalu semangat dan jangan pernah menyerah karena KITA SEMUA BISA.
Sebuah kisah yang selalu akan tersimpan rapi, kapan pun kita bisa berbagi.
makassar, januari 2014
>Sumber Ilustrasi:http://www.nusaindah-buspariwisata.com/


COMMENTS