"..Kita terlalu banyak melihat orang lain untuk menjadi mereka dalam menjalani hidup.., sehingga tak melihat kebihan-kelebihan yang dititipkan olehNya.."


     Begitu kuasanya Allah sebagai sebaik-baik pencipta hingga tidak ada satu pun mahluk yang sama, selalu saja ada perbedaan sekecil apapun itu, itulah yang menjadi ciri khas dari setiap penciptaannya tinggal mahluknya menjadikan itu sebagai kelebihan atau justru menjadi kelemahan, bukankah Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuannya masing-masing dan setiap penciptaannya tidak ada yang sia-sia  begitulah berjalan diatas sunnatullah dan ketetapanNya hingga akhir kehidupan ini.

Tidak ada yang sia-sia kerena engkau adalah satu-satunya makhluk yang terbaik, istimewa dan tidak ada samanya hingga akhir kehidupan ini.

Mengapa engkau bersedih dengan apa yang kau punya saat ini?
Mengapa engkau iri dengan kelebihan-kelebihan orang lain?
Mengapa pula engkau marah dengan kondisi yang kamu punya?
dan mengapa kamu kecewa ketika harapan dan kenyataan itu tidak sesuai?
Mengapa, mengapa, selalu menjadi alasan untuk bisa menyalahkan diri ini..

"Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, karena kesempurnaan hanyalah milikNya".

    Ku ingin seperti engkau yang punya segalanya dalam hidup ini, tapi kusadar sungguh itu adalah cobaan untukmu, begitu juga denganku sungguh ini adalah anugerah menjadi cobaan bagiku hingga yang bersabarlah yang akan beruntung menjalani kehidupan ini.

    Ku ingin seperti engkau yang cerdas dalam pengetahuan, tapi kusadar kecerdasan.. kamu dapat dengan berlelah-lelah belajar dan tidak berputus asa, bukankah Allah memang menyuruh kita untuk tidak berputus asa, karena putus asa itu perbuatan yang tercela. 

    Ku ingin sepertimu yang indah ahlakmu, sungguh memandangmu mengingatkanku pada kuasanya Allah, sungguh satu contoh indahnya mahlukMu karena keindahan hakiki hanyalah milikMu. sedangkan diri ini penuh dengan kelemahan yang meredupkan keindahanmu ya Allah. tapi kusadar keindahan itu tak akan kau padamkan dari diri ini,karena Engkau Maha menyayangi mahlukmu.

     Kita terlalu banyak melihat orang lain untuk menjadi mereka dalam menjalani hidup, padahal kita tak pernah melihat secara dalam bagaimana diri ini sebenarnya, apa yang yang dibutuhkan diri ini, mau kemana diri ini, dan tak melihat kebihan-kelebihan yang dititipkan olehNya, kita mempunyai Pencipta yang satu, bukankah Dia sebaik-sebaik Pencipta, sebaik - baik Hakim yang Maha adil. kitapun kelak akan mempertanggungjawakan setiap apa yang dititipkan dikehidupan ini.

    Mengapa engkau menangis, jangan bersedih Allah selalu bersamamu, Dialah yang akan selalu menolongmu, tak akan ada satu pun diantara mahlukNya yang dapat memberimu pertolongan tanpa Kehendaknya. Dialah pemilik langit dan bumi, pemilik Alam semesta dan seluruh isinya. Dialah sang pengatur segala kehidupan, termasuk kehidupan yang kita sedang jalani. 

    Biarkan mereka mengejekmu, tetap semangat ayo bangkit buktikan bahwa engkau adalah seorang pemenang, kita tak pernah dilahirkan menjadi pecundang, apalagi menjadi pelarian sebagai seorang penonton.

    Biarkan mereka mengatakan kamu itu bodoh, ingat teruslah belajar jangan padamkan tekadmu engkau akan melihat betapa kuatnya pengetahuanmu esok hari. 

     Biarkan mereka berkata engkau tak pantas menjadi itu, iya memang kita tak pantas menjadi siapapun karena kita hanya pantas untuk menjadi DIRI SENDIRI, DIRI SENDIRI, dan DIRI SENDIRI.

"Mari kita bersama menjadi diri sendiri, teruslah belajar, ambil setiap pelajaran baik yang kita dapat dan bangunlah karaktermu dengan kuat, jangan pernah menyerah karena kelak kau akan sampai ditujuanmu. Cintailah Allah diatas segala-galanya maka Allah akan mencintaimu pula, taatilah segala perintahNya dan jauhilah laranganNya.. itu akan membawamu mengenal siapa dirimu yang sebenarnya. memang sulit dan disitulah ujiannnya karena hanya seorang pemenang yang bisa melewatinya, BUKANKAH  aku dan engkau adalah SEORANG PEMENANG".

Ingatlah JADILAH DIRIMU YANG SEBAIK-BAIKNYA.

                                                                                                                                                                     >Sumber ilustrasi: duajadisatu.co