"..Mereka memilih untuk berdiri disaat yang lain memilih untuk duduk.." ..Bukankah sudah begitu banyak pemimpin almamatermu yang terlahir.."


    Pertamakali menginjakkan kaki dikampus kebanggaan, terasa bermimpi bisa berdiri tegak disini bersama ribuan siswa yang kini telah berganti nama "mahasiswa" mengenakan almamater merah dengan karakter jiwa pemberani Sultan Hasanuddin jelas memunculkan sosok pahlawan, mencetak generasi bangsa yang akan menjadi penerus roda negeri ini.

      Mengenakan celana kain hitam ditambah kemejah putih bergantung dasi dilengkapi jas almamater merah sungguh hebat penampilanmu, karaktermu jelas terpancar, kharismamu keluar hingga tak sembarang orang yang dapat memilikimu sebut saja mahasiswa UNHAS.

   Disaat orang menilai mahasiswa sering tauran, membuat macet jalan dan seluruh orang menyalahkanmu, orang mengenalmu sebagai mahasiswa keras kepala, mahasiswa yang selalu mengkritik kebijakan birokratnya, mahasiswa yang menjadi penentang kebijakan pertama pemerintah disaat rakyat dirugikan.

Sungguh inikah citramu diluar sana wahai mahasiswa UNHAS

Berbanggalah engkau mahasiswa UNHAS yang dikenal di seantero negeri ini, bukan karena citramu itu tetapi karena keberanianmu menentang ketimpangan yang harus tetap engkau perjuangkan, jangan karena mereka menilai seperti itu engkau kini sembunyi entah kemana.

Bukankah sudah begitu banyak pemimpin almamatermu yang terlahir untuk memimpin bangsa ini, mereka didik untuk tegas dalam kebijakan, berpikir untuk memecahkan persoalan, tiap tahun jutaan siswa ingin mengenakanmu tapi hanya merekalah yang terpilih bisa mengenakanmu sebagai jubah kebesaran hingga merah dan darah tak lagi mampu untuk dibedakan.

      Seperti itulah seharusnya mahasiswa kaum intelektual. Mereka harus menyadari amanah yang diembannya tugas belajar jelas tidak boleh diabaikan karena bagaimana mungkin kita bisa bertindak memperbaiki diri dan orang lain ketika ilmu itu tidak ada, bagaimanapun kita bagian dari masyarakat dan kita akan kembali kemasyarakat untuk mengabdikan ilmu yang telah kita dapatkan, itu saja belum cukup pengembangan karakter, pemikiran, dan pengalaman organisasi mutlak dibutuhkan dalam pengabdian itu.

     Wajarlah ketika siswa menjadi mahasiswa membutuhkan pembinaan karakter, pembentukan mental, penataan managemen organisasi, dan penyadaran pola pikir untuk membangun bangsa dari dini. Itulah mengapa mahasiswa UNHAS diberikan pembinaan tingkat universitas dalam penyatuan karakter, pembinaan fakultas untuk penanaman disiplin ilmu, dan pembinaan BEM untuk pembentukan mental, penataan managemen organisasi dan penyadaran pola pikir.  Seharusnya terjalin hubungan yang baik untuk ketiga pembinaan tanpa ada diskriminasi dan intervensi masing- masing pihak karena bagaimanapun kita menginginkan kebaikan seseorang tetapi metode yang dilakukan itu berbeda,kita harus pahami hal itu.

       Mahasiswa UNHAS punya jati diri yang membedakannya dengan mahasiswa lainnya. jangan pernah menyalahkan sesuatu karena satu hal saja tetapi lihat beberapa langkah kedepan mengapa mereka seperti ini, mengapa pula mereka tetap berdiri tegak atas nama rakyat, dan tegas dalam mengkritk kebijakan.

 mereka memilih untuk berdiri disaat yang lain memilih untuk duduk.

bukankah hidup ini bukan sekedar pelarian karena tekanan dan frustasi tetapi hidup ini adalah keberanian untuk mempertahankan sebuah kebenaran.

Bangga jadi mahasiswa UNHAS. takkan pernah sedikit pun merah iitu akan luntur ditelan masa karena inilah jati diri kami, inilah kami mahasiswa UNHAS.
                                                                                                                                    >Pict, Anak Unhas